June 4th, 2012

Pantai Bayah, Pantai Sawarna, Tanjung Layar

June 1st, 2012

Oh 010612

Hari ini 1 Juni 2012. Awal bulan, hari jumat. Nilai-nilai pun mencuat. Astaga! 9 sks terjamin BC, cuma 3 sks yang terjamin A, yang lain entah apa kabar, semoga saja bertahan di AB. Apa yang saya lakukan semester kemarin? Ya, saya tak terikat jabatan. Tak terikat kepanitiaan. Tak terikat kegiatan. Hosh. Cuma kerjaan kecil-kecilan di himpunan. Main, nongkrong, lenja-lenje, pingpong, badminton, lari pagi, beli buku, baca buku, belajar, semuanya sampe tolol. Iya, belajar juga sampe tolol. Gimana ga tolol kalo begadang di kampus, nginep di mcD, 12 jam ndekem di KFC, pagi-pagi ke perpus pusat serasa dateng buat bersih-bersih. Jadilah, ya, Kun fa Yakun. Bukan, bukan salah Tuhan, jelas ini salah saya. Tapi tak apa, semakin jelas sudah bahwa saya harus menambah kegiatan untuk meningkatkan nilai. Semakin sibuk, semakin baik indeks nanti. Kecenderungan untuk turun nilai di semster genap? Karena cenderung melepas kegiatan di semester genap. Bagaimanalah. Sudahlah, semoga saja masih selamat untuk bertahan di angka 3 \m/

gabrisia:

ragilliarach:

kuntawiaji:

Luar biasa, Google!

Akkk… Brb download chrome duluuu XD

epic google is epic

ga ngerti lagi >.<

(Source: sgassani)

May 29th, 2012
I don’t know what to say. It just too much. Yeah, too much.
May 26th, 2012
Benar, ini semua bermula dari angsa-angsa itu. Sudahlah, biar saja hidup yang mengakhiri.
Permen ini harganya ga logis, tapi dengan pikiran yang juga ga logis tetep gue beli. Bodohnya juga, belom tega buat makan sampe sekarang. Berencana dimakan saat sangat badmood atau sehari sebelum kadaluarsa, yang itu berarti 2013 nanti.

Permen ini harganya ga logis, tapi dengan pikiran yang juga ga logis tetep gue beli. Bodohnya juga, belom tega buat makan sampe sekarang. Berencana dimakan saat sangat badmood atau sehari sebelum kadaluarsa, yang itu berarti 2013 nanti.

May 25th, 2012

Nilai?

Terlalu banyak nilai-menilai. Semakin rusuh sudah.


Ah, jaman sekarang banyak sekali penilaian berkeliaran. Bahkan ini pun sebuah penilaian. Padahal siapa yang pantas menilai? Bukan manusia tentunya. Biar saja Dia yang menilai. Hey, jangan bicarakan guru atau dosen. Urusan yang satu itu biar saja. Tak akan kubahas juga sekarang. Menilai. Khawatir dinilai. Persebaran penilaian. Ah benar, rusuh jadinya jika tak segera dihentikan.